Apakah Sunscreen Bisa Dipakai di Malam Hari? Perlu atau Boros Produk?

Apakah Sunscreen Bisa Dipakai di Malam Hari?

Apakah Sunscreen Bisa Dipakai di Malam Hari? Perlu atau Boros Produk?

Ladies, hampir semua dari kita sudah terbiasa menggunakan botol sunscreen setiap pagi sebelum berangkat beraktivitas. Rasanya seperti ritual wajib yang tidak boleh dilewatkan. Tetapi, pernahkah terlintas di pikiranmu, apakah sunscreen bisa dipakai di malam hari?

Sesuai namanya, produk ini memang diciptakan untuk menangkal efek buruk “matahari” yang muncul di pagi dan siang hari. Namun, apakah penggunaannya benar-benar harus berhenti saat matahari terbenam, atau justru masih ada manfaat jika tetap dipakai hingga malam?

Di artikel ini kita akan membahasnya lebih detail, mulai dari fungsi dasarnya hingga pro dan kontra pemakaian sunscreen di luar jam biasanya.

 

Mengapa Sunscreen Diciptakan?

Mengapa Sunscreen Diciptakan

Apa pentingnya sunscreen? Produk ini hadir untuk melindungi kulit dari radiasi ultraviolet dari matahari yang waktu terbitnya padi dan siang hari. 

Sedikit informasi, lapisan kulit kita menyerap 70% UVB yang menjadi akar masalah dari kemerahan, kulit terbakar, dan kerusakan DNA dalam jangka panjang. Sementara itu, 95% UV yang masuk ke bumi adalah UVA yang memiliki kemampuan menembus lapisan kulit lebih dalam. (sumber: sciencedirect.com)

Efeknya sering kali tak langsung terlihat, tetapi memicu stres oksidatif yang mempercepat penuaan. UVA juga bisa membuat kulit tampak lebih gelap secara instan dengan mengoksidasi melanin yang sudah ada.

Untuk melawan kedua jenis sinar berbahaya ini, para ahli menciptakan formula pelindung yang mengandung berbagai bahan aktif. Beberapa di antaranya seperti Zinc Oxide dan Titanium Dioxide yang bekerja sebagai perisai fisik, memantulkan sinar UV agar tidak sampai menembus kulit kamu. 



Ada juga bahan kimia seperti Avobenzone dan Oxybenzone yang menyerap radiasi sebelum mencapai sel kulit kita. Mengingat mekanisme kerja ini, waktu ideal untuk menggunakan produk ini adalah saat ada matahari. Pertanyaannya, lalu bagaimana dengan malam hari?


Bolehkah Memakai Pelindung Matahari di Malam Hari?


Ladies, jawaban singkat dan tegasnya adalah: boleh tapi tidak ada urgensinya. Secara umum, pelindung ini tidak kamu perlukan di malam hari karena tidak ada matahari yang membawa radiasi UV-nya.

 

Bagaimana dengan Radiasi UV dari Lampu? 

Kamu mungkin pernah mendengar argumen bahwa lampu ruangan, seperti lampu halogen atau lampu neon, juga memancarkan radiasi UV. Ini memang benar. Hampir semua jenis lampu, baik itu lampu halogen, lampu pijar, atau lampu neon hemat energi (CFL), memancarkan radiasi ultraviolet. 

Hal inilah yang sempat membuat banyak orang berpikir untuk tetap melindungi kulit dari lampu saat malam hari. Akan tetapi, perlu kamu ketahui, penelitian menunjukkan bahwa radiasi UV dari lampu ini sangat minimal bahkan tidak sampai keluar karena adanya bahan plastik yang digunakan sebagai diffuser (penyebar cahaya), yang menahannya.

Sebagian besar lampu halogen modern sudah ditutup dengan kaca khusus atau diberi lapisan (coating) yang dirancang untuk menyaring sinar UV.

 

Bagaimana dengan Layar Gadget yang Kamu Tatap Berjam-jam di Malam Hari? 

Cahaya biru (blue light) dengan panjang gelombang 415–465 nm memang bisa menyebabkan hiperpigmentasi atau melasma, sementara yang berada di bawah 453 nm dapat menimbulkan stres oksidatif. Namun, efek ini biasanya membutuhkan paparan yang cukup lama, Ladies. (sciencedirect.com)

Sebuah penelitian yang meneliti paparan cahaya biru selama 8 jam sehari dalam 5 hari berturut-turut saja tidak menemukan dampak berarti pada kulit. Artinya, kamu tidak perlu terburu-buru merasa wajib memakai sunscreen di malam hari, kecuali kalau paparan cahaya biru yang kamu hadapi benar-benar ekstrem. (researchgate.net)

 

Pro dan Kontra Memakai Sunscreen Malam Hari

Bolehkah Memakai Pelindung Matahari di Malam Hari

Ladies, jawaban singkat dan tegasnya adalah: boleh tapi tidak ada urgensinya. Secara umum, pelindung ini tidak kamu perlukan di malam hari karena tidak ada matahari yang membawa radiasi UV-nya.

 

Bagaimana dengan Radiasi UV dari Lampu? 

Kamu mungkin pernah mendengar argumen bahwa lampu ruangan, seperti lampu halogen atau lampu neon, juga memancarkan radiasi UV. Ini memang benar. Hampir semua jenis lampu, baik itu lampu halogen, lampu pijar, atau lampu neon hemat energi (CFL), memancarkan radiasi ultraviolet. 

Hal inilah yang sempat membuat banyak orang berpikir untuk tetap melindungi kulit dari lampu saat malam hari. Akan tetapi, perlu kamu ketahui, penelitian menunjukkan bahwa radiasi UV dari lampu ini sangat minimal bahkan tidak sampai keluar karena adanya bahan plastik yang digunakan sebagai diffuser (penyebar cahaya), yang menahannya. 

Sebagian besar lampu halogen modern sudah ditutup dengan kaca khusus atau diberi lapisan (coating) yang dirancang untuk menyaring sinar UV. (pmc.ncbi.nlm.nih.gov)

 

Bagaimana dengan Layar Gadget yang Kamu Tatap Berjam-jam di Malam Hari? 

Cahaya biru (blue light) dengan panjang gelombang 415–465 nm memang bisa menyebabkan hiperpigmentasi atau melasma, sementara yang berada di bawah 453 nm dapat menimbulkan stres oksidatif. Namun, efek ini biasanya membutuhkan paparan yang cukup lama, Ladies. (sciencedirect.com)

Sebuah penelitian yang meneliti paparan cahaya biru selama 8 jam sehari dalam 5 hari berturut-turut saja tidak menemukan dampak berarti pada kulit. Artinya, kamu tidak perlu terburu-buru merasa wajib memakai sunscreen di malam hari, kecuali kalau paparan cahaya biru yang kamu hadapi benar-benar ekstrem.

 

Baca Juga : Perbedaan Chemical dan Physical Sunscreen

 

Pro dan Kontra Memakai Sunscreen Malam Hari

Pada dasarnya, kamu bisa memakai sunscreen kapanpun, Ladies, termasuk saat matahari sudah terbenam. Tapi akan lebih baik jika pertimbangkan dulu pro dan kontranya terlebih dahulu:

 

Pro

  • Perlindungan dari Cahaya Buatan: Manfaat pakai sunscreen malam hari adalah menjadi pelindung ekstra melawan paparan cahaya biru dari gadget dan lampu LED. Terutama bagi kamu yang sering bekerja lembur di depan layar atau berada di ruangan dengan pencahayaan buatan dalam waktu lama.

  • Efek Hidrasi Tambahan: Banyak formula modern mengandung humektan atau emolien yang menjaga kulit tetap lembap.

  • Kandungan Skincare Aktif untuk Merawat Kulit: Beberapa produk dilengkapi dengan kandungan yang merawat kulit. Contohnya allantoin yang menenangkan kulit dan mendorong regenerasi kulit. 


Kontra

  • Menyumbat Pori: Apakah sunscreen boleh dibawa tidur? sebaiknya tidak. Formula pelindung ini, terutama yang berbahan dasar mineral, cenderung berat dan bisa meninggalkan residu di kulit. Jika kamu biarkan semalaman, pori-pori akan tersumbat dan meningkatkan risiko munculnya jerawat atau komedo.

  • Menghambat Regenerasi Kulit: Malam hari adalah waktu di mana kulit kita melakukan regenerasi sel secara alami. Lapisan pelindung yang oklusif dapat menghambat proses ini.

  • Interferensi dengan Skincare Malam: Pelindung ini bisa menciptakan "dinding" yang menghalangi penyerapan produk skincare malam kamu, seperti serum sehingga efektifitasnya berkurang.

  • Rasa Tidak Nyaman: Formulanya bisa membuat kulit terasa berat, lengket, dan tidak nyaman saat tidur.

Melihat dari sisi pro dan kontra, kini keputusan ada di tanganmu, Ladies! Apakah langkah ini worth trying, atau justru hanya unnecessary step dalam rutinitasmu.

 

Kapan Waktu yang Cocok untuk Memakai Sunscreen?

Kapan Waktu yang Cocok untuk Memakai Sunscreen

Ladies, mari tegaskan kembali: waktu terbaik untuk perlindungan kulit ini adalah pagi hingga sore hari. 

Penelitian menyebutkan bahwa langit cerah memungkinkan hampir 100% sinar UV menembus, awan tipis sekitar 89%, awan tebal 73%, bahkan langit mendung sekalipun masih menyisakan 31% radiasi. Jadi, jangan menunggu matahari benar-benar terik untuk mengaplikasikannya.

Lalu, sunscreen dipakai jam berapa? Idealnya, gunakan 15–30 menit sebelum keluar rumah atau saat akan beraktivitas di ruangan dengan paparan cahaya. Mengingat radiasi UVA masih bisa masuk ke dalam ruangan hingga 50%.

Sedangkan malam hari, fokuslah pada perawatan regeneratif: serum, pelembap, atau krim malam. Mereka bekerja lebih efektif tanpa lapisan oklusif berlebih. 

 

Baca Juga : Apa Itu White Cast dan Cara Mengatasinya

 

Cara Memakai Sunscreen dengan Benar

Cara Memakai Sunscreen dengan Benar

Banyak yang masih bingung soal cara pemakaian sunscreen sesudah atau sebelum pelembab. Jawabannya selalu setelah pelembap. Dengan begitu, nutrisi dari pelembap bisa meresap sempurna, lalu sunscreen bertugas jadi pelindung terakhir.

  1. Bersihkan wajah.

  2. Pakai toner → serum → pelembap → sunscreen.

  3. Tunggu pelembap meresap ±1 menit.

  4. Oles sunscreen secukupnya di wajah, leher, dan daun telinga.

  5. Re-apply bila banyak berkeringat atau aktivitas outdoor.

 

Kalau kamu tipe yang ingin perlindungan sunscreen  yang nyaman dari pagi hingga sore hari, Buttonscarves Beauty Cotton Cloud Sunscreen bisa jadi sahabat setia, Ladies! Dengan SPF 50 PA++++, kamu akan mendapatkan perlindungan maksimal dari UVA dan UVB. Formulanya ringan, cepat meresap, tanpa whitecast, dan nyaman kamu pakai baik pagi maupun malam. 

Dengan tambahan formula 0,05% Allantoin dan soft matte finish, produk ini cocok untuk semua jenis kulit. Melembapkan kulit kering dan mengontrol kilap berlebih di kulit berminyak. Pilihan terbaik untuk menjaga kulit tetap sehat, terlindungi, dan terawat sepanjang waktu.

Jadi, Ladies, jawabannya kini sudah jelas: apakah sunscreen bisa dipakai di malam hari? Bisa, tapi kamu tidak selalu memerlukannya. Cukup gunakan di waktu yang paling tepat agar tidak buang-buang produk dan kulitmu tetap sehat, terlindungi, dan tampil dengan pesona terbaiknya. Check out produk sunscreen untuk perlindungan maksimal dari Buttonscarves Beauty sekarang juga, ya!


Kembali ke blog

Latest articles

siapa Alexandra Lapp

Mengenal Alexandra Lapp : Fashion Influencer asal Jerman yang Memadukan Gaya Elegan dan Modern

Cara Styling Scarf ala Alexandra Lapp

Cara Styling Scarf ala Alexandra Lapp: Elegant, Timeless, dan Effortless

jilbab warna nude

Jilbab Warna Nude dari Buttonscarves: Versatile & Mudah Dipadupadankan!

Parfum Sandalwood

Parfum Sandalwood Seperti Apa? Ini Ciri Wanginya dan Contoh Produknya

Baju Burgundy Cocok dengan Jilbab Warna Apa

OOTD Baju Burgundy, Paling Cocok dengan Jilbab Warna Apa?

Lipstik Warna Coral

Daftar Lipstik Warna Coral Terbaik untuk Wajah Segar dan Cerah

Bedak Padat untuk Kulit Berminyak yang Tahan Lama

Bedak Padat untuk Kulit Berminyak yang Bagus & Tahan Lama

Perbedaan Vegan Leather dan Genuine Leather

7 Perbedaan Vegan Leather dan Genuine Leather, Mana yang Lebih Baik?

Foundation Tahan Lama dan Waterproof

Foundation Tahan Lama dan Waterproof: Almighty Foundation

Parfum Oud

Mengenal Sejarah dan Karakteristik Parfum Oud, Pilihan Orang Berkelas

All articles

Categories

Beauty Fashion Other