Ladies, tahukah kamu bahwa tidak semua bahan kulit itu sama? Ada yang berupa genuine leather, tapi tidak sedikit juga yang berupa vegan leather. Jadi, tahu perbedaan vegan leather dan genuine leather itu sangat vital. Hal ini bisa membantu kamu memutuskan mana yang paling pas dengan kebutuhan kamu.
Khusus untuk para Ladies yang belum tahu apa perbedaan vegan leather dan genuine leather, kamu tidak perlu khawatir karena semua penjelasannya ada di sini.
Apa Saja Faktor-Faktor yang Membedakannya?

Temukan perbedaannya dari segi bahan dasar, proses produksi, ketahanan, tekstur, aroma, cara perawatan, dan harganya berikut ini!
1. Bahan Dasar
Sebenarnya, dari namanya saja kamu bisa tahu apa yang dimaksud dengan genuine leather. Arti dari “genuine” adalah asli atau nyata, benar-benar diproduksi atau berasal dari sumber yang disebutkan. Jadi, semua produk dengan label genuine leather adalah produk yang benar-benar berbahan dasar kulit hewan asli.
Sedangkan vegan diartikan sebagai orang yang menghindari pemakaian produk hewani sama sekali. Bukan hanya soal makanan saja, tapi juga produk turunan hewani lainnya. Outfit dan aksesori kulit termasuk ke dalamnya. Jadi, produk vegan leather adalah produk yang berbahan dasar kulit buatan non-hewani.
Umumnya, vegan leather terbuat dari bahan organik berupa serat (gabus, ganggang, daun, selulosa, jamur) atau kulit buah-buahan (nanas, apel, anggur). Sebenarnya ada juga kulit non-hewan yang berbahan dasar plastik sintetis, tapi kamu akan lebih mengenalnya dengan istilah faux leather. Jadi, dengan kata lain, vegan leather bukanlah kulit asli.
Khusus untuk Ladies yang ingin tahu faux leather itu apa, istilah ini merujuk pada kulit sintetis yang berbahan dasar PU atau PVC. PU leather adalah bahan sintetis polyurethane, polimer hasil reaksi poliol dan isosianat. Sedangkan PVC leather berbahan dasar polyvinyl chloride, polimer termoplastik dari monomer vinil klorida.
Meskipun keduanya tidak berasal dari produk hewani, sebagian vegan menolak untuk memasukkan faux leather ke dalam produk vegan. Hal ini karena PU leather dan PVC leather terbuat dari plastik, sehingga dirasa kurang ramah lingkungan dan bertentangan dengan prinsip para vegan.
Baca selengkapnya tentang apa itu genuine leather di link ini, ya.
2. Proses Produksi
Karena bahannya berbeda, secara otomatis proses produksinya pun berbeda. Untuk membuat genuine leather, kamu perlu mengambil kulit asli dari hewan terlebih dulu. Namun, kamu tidak perlu khawatir karena kulit tersebut sering kali berasal dari limbah sisa dari hewan potong dan sejenisnya.
Lalu, para pengrajin akan membersihkan kulit dan mengekstrak kolagen sebelum menyamak dan mewarnainya. Hasilnya baru dipakai untuk membuat tas, dompet, jaket, ikat pinggang, dan lain-lain.
Sedangkan pembuatan vegan leather akan berbeda tergantung pada bahan utamanya. Biasanya dilakukan dengan cara mengambil serat, lalu memprosesnya menjadi kulit tiruan. Pada beberapa kasus, ada yang diubah menjadi powder dan kanvas terlebih dahulu. Setelah itu, baru diproses hingga menyerupai kulit asli.
3. Daya Tahan
Hampir semua orang pasti tahu bahwa bahan genuine leather itu tahan lama. Karena terbuat dari kulit asli, daya tahannya lebih baik dari bahan kulit lain. Kualitas kulit lain bisa menurun seiring waktu, tapi tidak dengan genuine leather. Hasilnya, kualitas bahan akan tetap stabil dalam waktu puluhan tahun ke depan.
Sedangkan untuk kulit vegan, daya tahannya memang tidak sebaik kulit asli karena rentan terkelupas. Tapi bukan berarti kualitas bahan ini buruk. Dengan perawatan yang tepat, produk yang terbuat dari kulit vegan juga bisa tahan lama. Hanya saja, perawatannya harus lebih ekstra dari kulit asli.
4. Perawatan
Sebenarnya, kulit vegan lebih tahan terhadap air daripada kulit asli karena karakteristik profilnya. Tapi kamu tetap harus hati-hati saat merawatnya. Hindari menggunakan terlalu banyak air saat mencucinya; cukup lap dengan kain basah dan sabun lembut agar kulit tidak mudah terkelupas.
Hal yang sama juga berlaku untuk perawatan kulit asli. Hindari pemakaian air seminimal mungkin. Jika ingin lebih awet, kamu bisa memakai pembersih khusus dan pelembap khusus kulit. Bahan ini memang tidak rentan mengelupas, tapi bisa terasa kaku jika cara merawatnya salah.
Setelah pembersihan selesai, kamu tidak boleh menjemur keduanya langsung di bawah sinar matahari. Cukup angin-anginkan di tempat yang teduh hingga benar-benar kering.
5. Tekstur
Sebagian besar genuine leather biasanya memiliki pori-pori dan terasa lebih kasar karena berasal dari kulit hewan asli. Tapi pada beberapa kasus, porinya tidak terlihat dan teksturnya lebih smooth karena sudah diproses sedemikian rupa. Hasilnya, tekstur tidak jauh berbeda dengan kulit vegan.
Sebagai gantinya, coba cubit kulit tersebut. Jika terasa elastis dan langsung kembali ke bentuk asalnya, maka bahan tersebut 100% terbuat dari kulit asli. Sebaliknya, jika saat dicubit perlu waktu lama untuk kembali ke bentuk aslinya, bahannya terbuat dari kulit vegan atau kulit sintetis.
6. Aroma
Karena berasal dari kulit asli, biasanya kamu bisa mencium aroma khas hewan yang natural, organik, dan earth. Sedangkan aroma kulit vegan biasanya lebih sintetis. Tidak ada aroma khas hewan, lebih ke lem, plastik, dan sejenisnya.
7. Harga
Pada umumnya, harga genuine leather lebih mahal daripada vegan leather. Contohnya, pada tas, kamu bisa menemukan banyak tas kulit vegan yang harganya di kisaran ratusan ribu. Namun, untuk genuine leather, rata-rata harganya mencapai jutaan.
Kelebihan Genuine Leather dan Vegan Leather

Setelah tahu apa saja perbedaan vegan leather dan genuine leather, kini saatnya untuk tahu apa saja kelebihan masing-masing bahannya, yaitu:
Genuine Leather
-
Lebih awet dan tahan lama karena tidak mudah sobek dan terkelupas.
-
Breathable dan tahan air, sehingga terasa lebih nyaman saat kamu gunakan di cuaca ekstrem.
-
Lebih tahan panas dan tahan dingin. Ideal untuk tas karena bisa melindungi barang bawaan agar tetap aman.
-
Terbuat dari bahan recycle, sehingga tidak ada hewan yang terbunuh hanya untuk diambil kulitnya. Biasanya berasal dari sisa hewan potong.
-
Tekstur lebih eksotis dan autentik.
Vegan Leather
-
Lebih ramah lingkungan, kecuali yang terbuat dari plastik.
-
Harganya relatif lebih terjangkau.
Mana yang Lebih Baik?

Dari pemaparan di atas, kamu bisa menyimpulkan bahwa genuine leather lebih baik daripada vegan leather dari segi kualitas. Namun, bukan berarti kualitas vegan leather buruk. Bila kamu seorang vegan atau ingin alternatif produk yang lebih murah, kulit vegan bisa jadi pilihan alternatif terbaik.
Kunci utamanya ada pada perawatan produk. Selama kamu merawatnya dengan baik, kulit asli maupun kulit vegan akan tetap terasa worth it. Tapi jika harus memilih dari kualitas dan daya tahan, utamakan produk yang terbuat dari genuine leather atau kulit asli premium seperti koleksi tas Buttonscarves.
Mengingat perbedaan vegan leather dan genuine leather, kamu tidak perlu ragu soal kualitas tas Buttonscarves, karena saat ini seluruh koleksi tas Buttonscarves menggunakan genuine leather alias kulit asli. Selain itu, desainnya juga modis dan cantik. Ada banyak pilihan model dan warna yang bisa kamu coba. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo cari tas favorit kamu di Buttonscarves dan bawa pulang sekarang juga!
Baca Juga : Jenis-Jenis Bahan Genuine Leather